Wednesday, 15 May 2013

Teknologi Baru Yang Akan Mengguncang Dunia




Kacamata Google
Berita tentang perangkat kacamata pintar Google Glass terus bergulir. Setelah mengumumkan bahwa perangkat kontroversial ini telah siap diproduksi, Google juga telah merilis spesifikasi resmi dari gadget buatannya itu. Lalu, apa saja komponen yang ditanam Google? Mari kita mulai dari layar/ lensa. Seperti dikutip dari Techcrunch, layar yang tak ubahnya lensa kacamata Google Glass diklaim bakal memiliki resolusi yang "setara dengan display high definition dilihat dari jarak 2,5 meter".

Versi pertama kacamata pintar Google ini juga akan dibekali kamera yang mampu merekam video HD 720p. Media penyimpanan internal berukuran 16 GB (dengan 12 GB ruang kosong yang bisa dipakai) dapat menyimpan hasil tangkapan gambar atau rekaman video. Salah satu fitur yang paling unik adalah "bone conduction transducer". Kacamata pintar ini bisa mentransmisikan suara ke telinga bagian dalam melalui tulang tengkorak penggunanya. Berkat fitur ini, pengguna tak memerlukan headphone untuk mendengar suara dari Google Glass.
 
Printer 3D
Printer 3D tampaknya berkembang kian pesat tahun ini. Bukan saja karena merupakan teknologi mutakhir tetapi penggunaan printer 3D memang terbukti bermanfaat untuk banyak bidang, termasuk pembuatan anggota tubuh sintetis untuk para pasien penderita penyakit khusus. Seperti yang dikembangkan oleh tim MIT Media Lab di Boston ini. Form lab kemudian memproduksi hasil temuan berbentuk printer 3D stereolitografi tersebut dan menamainya sebgai Form 1.

Printer 3D Form 1 mampu mencetak hasil dengan kualitas tinggi jika dibanding printer 3D model sebelumnya. Dalam prosesnya, printer 3D mengombinasikan laser dan resin yang diformulasikan khsusus. Sistem kemudian mencapai resolusi akurat pada kekentalan 25 micron (0,0001 inci), yang di dalamnya masing-masing terdiri dari 300 micron (0,012 inci).

Oculus Rift
Oculus Rift perangkat game yang satu ini masih dalam tahap pengembangan, penggalanan dana untuk dana pengembangan dilakukan di layanan Kickstarter sampai dengan akhir bulan Agustus ini. Oculus Rift adalah virtual reality headset yang didesain secara spesifik untuk video games, dikatakan perangkat ini akan mengubah cara pemain memandang game secara keseluruhan. Dari demo perangkat ini bisa dilihat bahwa pengalaman bermain game yang membawa kita seolah-olah ada di game itu sendiri adalah salah satu pengalaman bermain game secara 3D yang ingin ditawarkannya.

Perusahaan dibalik perangkat ini bekerja sama dengan berbagai ahli di industri game, antara lain dari Epic Games, Unity, Valve serta id Software. Meski telah ada perangkat sejenis, namun pengembangnya yakin bahwa Oculus Rift ini akan menawarkan pengalaman yang lebih baik dan harga yang lebih murah. Sebagai penarik untuk penggalangan dana, mereka juga telah menyertakan game DOOM 3 BFG sebagai game pertama yang siap digunakan bersama perangkat Oculus Rift.

Leap Motion
Leap Motion Teknologi The Leap Motion ini merupakan sebuah alat berukuran kecil, mirip seperti USB. Namun melalui alat ini, Anda dapat menggerakan kursor di layar Anda tanpa bantuan Mouse. Anda juga dapat mengetik ke dalam komputer atau laptop Anda tanpa menggunakan keyboard. Karena alat ini menangkap sensor gerakan jari Anda di udara. Alat kecil ini memungkinkan Anda untuk menulis dengan pensil atau menandatangani sebuah dokumen di udara. The Leap Motion akan menangkap sensor gerakan tangan Anda di udara.The Leap mengatakan bahwa alat ini lebih akurat daripada mouse, dapat difungsikan sebagai keyboard pula serta lebih sensitif daripaa sebuah layar sentuh. Untuk pertama kali nya, Anda dapat menikmati akses kontrol bebas ke layar komputer Anda melalui gerakan jari atau tangan di udara dalam 3 dimensi.



Eye Tribe
Eye Tribe Teknologi The Eye Tribe melacak mata untuk mengontrol perangkat dengan akurasi sama dengan ujung jari. Ini berkat keajaiban temuan mereka yang dinamai Ssubmilimeter Pupil Tracking. Dengan memakai teknologi infrared, algoritma khusus The Eye Tribe bisa melacak letak pupil mata pengguna, seakurat saat jari menyentuh layar tablet. Bedanya, gerak mata lebih cepat dari pada gerak jari. Ternyata, pupil kita sama seperti sidik jari, khas dan tak ada yang memiliki corak yang sama. Sehingga, pandangan mata bisa dijadikan sarana untuk masuk (log in) pada setiap akun.

Dengan The Eye Tribe, memungkinkan mata mengontrol perangkat dan memungkinkan navigasi handsfree pada website, game dan aplikasi. "Apa yang kami tunjukkan saat ini hanyalah puncak gunung es dari apa yang bisa dilakukan dengan kontrol mata," kata pendiri The Eye Tribe, Sune Alstrup Johansen. The Eye Tribe ingin menyediakan teknologi kontrol mata untuk perangkat konsumen pasar massal dengan menjual lisensi teknologi bagi produsen.
 
Smartthings
Smartthings masalahnya adalah saat ini bahwa banyak perangkat memiliki tujuan sendiri sehingga pesaing merepotkan dalam seluruh produk yang sama untuk menjadi saling terkoneksi dengan yang lain. smartthings sini keluar untuk membangun setiap perangkat baik digital atau non-digital mungkin dapat dihubungkan ke salah satu lainnya. smartthings akan memberitahukan alarm kebakaran Anda, tingkat kelembaban, tingkat tekanan atau sensor getaran keluar untuk mendeteksi negara di rumah Anda sepanjang telepon. Anda tambahan akan mendeteksi orang-orang yang akan berada dalam seluruh rumah, menyalakan lampu setelah Anda memasukkan ruang, menutup dan membuka pintu dan kegiatan alternatif. alat ini sudah ditawarkan yang dapat Anda beli seharga $ 500
Firefox Os
Firefox Os Mozilla dikabarkan akan secara resmi meluncurkan sistem operasi mobile besutan mereka, Firefox OS, di ajang Mobile World Congress (MWC) 2013 yang akan dilaksanakan akhir bulan Februari 2013 ini. Pembesut browser Firefox ini akan mulai merambah pasar smartphone melalui Firefox OS. Firefox OS adalah proyek sistem operasi mobile untuk smartphone besutan Mozilla yang awalnya disebut dengan Boot2Gecko (B2G) yang menggabungkan kernel Linux sebagai inti sistem operasi, mesin randering Gecko, dan standar HTML5 untuk standar tampilan antarmuka.
Sebelumnya, Mozilla telah merilis Firefox OS emulator dan dua smartphone yang telah menggunakan sistem operasi Firefox OS, yakni Peak dan Keon. Kedua smartphone berbasis Firefox OS ini memang tak dijual untuk umum, melainkan untuk kalangan pengembang aplikasi.
Project Fiona
Project Fiona Project Fiona sendiri masih merupakan sebuah blue-print yang sedang berusaha diwujudkan oleh Razer. Belum ada produk secara nyata yang dapat dicoba oleh publik. Walaupun demikian, cikal bakalnya sendiri sudah lahir. Razer sudah mempersiapkan produk tablet yang tidak jauh berbeda (tanpa dual-analog stick) untuk penggila gadget di akhir tahun 2012 mendatang dengan target harga jual di bawah USD 1.000. Mereka bahkan berani mengklaim bahwa produk ini akan menjadi tablet pertama yang akan mampu menghadapi game-game berat PC.

Keseriusan Razer untuk menghasilkan platform gaming baru tentu akan semakin memanaskan persaingan di industri game. Apalagi PC gaming juga harus diakui sedang mengalami masa keemasan beberapa bulan terakhir ini setelah hadirnya beberapa game “pemungkas” yang tidak mampu tampil maksimal di konsol. Kehadiran sebuah tablet dengan kemampuan gaming setara PC? Benar-benar sebuah produk yang layak ditunggu.
Parallella
Parallella dijelaskan akan berfluktuasi perspektif kita tentang bagaimana komputer dibuat. hanya menempatkan perangkat ini bisa menjadi laptop super untuk semua orang. dibuat efisien dengan proses software energi, rumit, simultan dan efektif. seabreg kemampuan alternatif termasuk di dalamnya sudah termasuk objek pelacakan real-time, hologram layar kepala-up dan pengenalan suara. seluruh proyek ini berhasil dan tentu saja penciptaan diperkirakan keluar untuk hadir melibatkan bulan ini.
 
Googles Driverless Car
Googles Driverless Car mungkin sekali tak terbayangkan setelah Anda dikawal keluar ke mobil sementara tidak pengemudi tiba dengan tujuan. itu saat ini harus berubah menjadi kenyataan berkat keluar untuk google. pada kekuatan sumber data, google driverless mobil dibuat dengan menggunakan kecerdasan buatan keluar untuk memanipulasi data yang dikeluarkan dari kamera dalam mobil, sensor ditempatkan dalam tempat khusus di samping sebagai radar. sampai saat ini tes berhasil dilakukan melalui perjalanan panjang dari biasa, 609 kilometer sementara tidak perintah manusia.

Share On:

Ditulis Oleh : Rizal Maulana Hari: 17:22 Kategori:

1 komentar:

  1. Terima kasih ya gan atas artikelnya, thanks for sharing :) inspiratif..!!!

    ReplyDelete

Mohon berkomentar yang baik dan benar gan jangan meninggalkan link aktif di dalam kolom komentar. Terima Kasih